BTN Terbitkan Obligasi, Pefindo Beri Peringkat AA+

Perusahaan Efek Indonesia (Pefindo) menyematkan peringkat idAA+ untuk Obligasi XIV dan XV, Obligasi Berkelanjutan I, dan Obligasi Berkelanjutan II PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN). Selain itu, Pefindo juga memberikan peringkat idAA+ untuk Penawaran Obligasi Berkelanjutan III dengan jumlah maksimal Rp10 triliun dengan prospek stabil.

Perseroan dalam siaran persnya mengungkapkan, peringkat tersebut mencerminkan kuatnya dukungan dari pemerintah Indonesia sebagai pemegang saham pengendali BBTN, posisi usaha yang sangat kuat di segmen kredit pemilikan rumah (KPR), dan profil permodalan yang kuat. Namun, peringkat tersebut dibatasi oleh tingkat profitabilitas yang moderat dan kualitas aset yang rata-rata.

Peringkat bank dapat dinaikkan jika bank dapat meningkatkan kualitas aset dan profitabilitasnya secara konsisten dan substansial. Hal ini juga harus disertai dengan perbaikan lebih lanjut dalam profil pendanaan bank.

Sebagai informasi, per akhir Maret 2017, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 21,03% secara tahunan (year-on-year/yoy) atau senilai Rp594 miliar per akhir Maret 2017. Kenaikan laba bersih tersebut didukung oleh pertumbuhan kredit yang tinggi dan perbaikan kualitas kredit.

Direktur Utama BTN Maryono sebelumnya mengatakan bahwa perseroan mampu memperbaiki beban bunga di tengah pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) yang melaju di level 20,02% yoy. Selain itu, pendapatan operasional pun turut menopang capaian positif laba bersih perseroan. “Di tengah kondisi ekonomi yang masih menunjukkan perlambatan pada awal tahun, kami tetap mampu mencatatkan pertumbuhan laba bersih dan DPK di atas 20% yoy atau sesuai dengan target yang telah kami tetapkan,” ujar Maryono.

Kuartal pertama tahun ini, pendapatan bunga Bank BTN tercatat tumbuh 8,74% yoy dari Rp4,19 triliun menjadi Rp4,56 triliun. Hal tersebut didorong pertumbuhan kredit yang tinggi dan perbaikan kualitas kredit. Di sisi lain, biaya bunga hanya naik sebesar 4,94% yoy menjadi Rp2,52 triliun pada kuartal I/2017.

“Dengan capaian tersebut, pendapatan bunga bersih BBTN tumbuh 13,84% yoy dari Rp1,79 triliun menjadi Rp2,04 triliun di akhir Maret 2017. Pendapatan operasional Bank BTN pun naik 36,79% yoy dengan penopang terbesar berasal dari pendapatan komisi, provisi, dan administrasi yang tumbuh sebesar 27,38% yoy,” katanya.

Pendapatan bunga Bank BTN ditopang pertumbuhan total kredit dan pembiayaan Bank BTN yang naik sebesar 18,71% yoy menjadi Rp169,69 triliun. Posisi pertumbuhan tersebut berada di atas rata-rata industri perbankan nasional. Bank Indonesia (BI) mencatat per Februari 2017, kredit perbankan nasional hanya tumbuh sebesar 8,4% yoy.

Post Terkait