Bisakah Bunga Kredit Turun Lagi Tahun Ini?

Presiden Joko Widodo kemarin memanggil Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan mengarahkan agar perbankan bisa menurunkan bunga kredit menjadi single digit.

Tapi kira-kira apa bisa bunga kredit yang saat ini rata-rata di level 11% turun menjadi single digit tahun ini?

Ekonom The Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Bhima Yudhistira Adhinegara mengatakan ruang untuk penurunan bunga kredit maupun simpanan masih ada.

Namun dia mengatakan dengan melihat margin bunga atau net interest margin (NIM) yang masih di atas 5% maka kemungkinan akan sulit menurunkan bunga kredit tahun ini.

“Tugas utama saat ini adalah dorong efisiensi biaya operasional perbankan agar NIM nya ditekan,” kata Bhima saat dihubungi detikFinance, Selasa (29/8/2017).

Dia menjelaskan, dengan efisiensi tersebut maka penurunan bunga kredit diharapkan bisa dilakukan secara bertahap mulai dari 25 basis poin hingga 50 basis poin dalam rentang waktu 3 bulan – 5 bulan ke depan.

“Penurunan bunga kredit tentunya mempertimbangkan faktor besarnya kredit macet sektoral,” kata dia.

Bhima menjelaskan sektor jasa, dan industri pengolahan misalnya bisa jadi prioritas penurunan bunga kredit, karena untuk mendorong pertumbuhan daya beli masyarakat.

“Karena kontribusi sektor pengolahan terhadap pendapatan masyarakat cukup besar. Industri nya tumbuh daya beli otomatis meningkat,” ujarnya.

Dia menjelaskan OJK juga perlu turun tangan mendorong bank melakukan konsolidasi merger atau akuisisi dengan pemberian aneka insentif.

“Jumlah bank masih 117. Itu artinya suku bunga acuan turun pun masih sulit untuk mencapai bunga kredit single digit,” imbuhnya.

Post Terkait