BI Tegaskan Inflasi Rendah Bukan Tanda Perekonomian Lemah

Inflasi tahunan sejak 2015 hingga 2016 berada di bawah 4%. Muncul dugaan hal itu dikarenakan perekonomian yang melemah. Namun Bank Indonesia (BI) menampik hal tersebut.

“Enggak (melemah). Memang saat ini ya, jadi kan kita inflasi 2015 3,3%, 2016 3,0%. Jadi inflasi 2 tahun yang berturut-turut itu baik ya, berada di level bawah, itu juga mendorong ekspetasi dari para pedagang,” kata Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara di Kompleks Bank Indonesia, Jakarta, Jumat (20/10/2017).

Kata dia, inflasi yang rendah sejauh ini justru mendorong kestabilan harga-harga. Kalaupun terjadi kenaikan harga tidak akan siginfikan sehingga menggerus daya beli masyarakat.

“Pada waktu mereka menentukan harga juga tidak tinggi ya kan. Jadi ekspektasi inflasinya juga udah turun ke bawah. Nah itu bagus. Kalau dulu-dulu kan mungkin pedagang atau sektor riil pada saat tentukan harga mungkin naiknya di atas 5% bahkan di atas 7% itu membawa inflasi naik,” jelasnya.

Sementara itu, karena inflasi selama 2 tahun berturut-turut berada di bawah 4% membuat pelaku ritel tidak menentukan harga dengan kisaran yang terlalu tinggi.

“Jadi sektor riil juga pada set price, set harga untuk 2017 juga terkendali. Ditambah koordinasi pemerintah dan BI baik pusat maupun daerah semakin baik,” tandasnya.

Post Terkait