BI Tambah Pasokan Uang Rp 4 Triliun saat Pertemuan IMF-World Bank

Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Bali menambah pasokan uang kartal tahun 2018 menjadi Rp 21 triliun. Angka tersebut lebih tinggi Rp 4 triliun dibandingkan plafon tahun lalu Rp 17 triliun.

Kepala Kantor Perwakilan BI Bali, Causa Iman Karana mengatakan tambahan plafon tersebut dilakukan guna memenuhi transaksi 15.000 delegasi IMF-World Bank Annual Meeting Oktober mendatang.

“2017 estimasikan Rp 17 triliun. Tahun 2018 kita minta ditambah Rp 4 triliun perkiraan kebutuhan transaksi. Sehingga 2018 kebutuhan uang kita plafonkan Rp 21 triliun,” kata pria yang akrab disapa Cik di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Nusa Dua, Jumat (2/3/2018).

Kantor Perwakilan BI Bali juga memastikan kebutuhan uang tunai saat gelaran acara tersebut aman. Kebutuhan uang tunai akan dipenuhi BI untuk melancarkan transaksi.

“Kita maintain kas minimum Rp 2,5 triliun sehingga nanti kurang bisa ambil lagi. Bisa ambil kantor pusat, bisa setoran dari bank-bank ke BI menjaga kebutuhan nantinya,” ujar Cik.

Pihaknya juga akan mengawasi pergerakan inflasi di Bali selama tahun ini. Andil infasi dari gejolak harga pangan diperkirakan tidak terlalu besar karena ketersediaan pangan yang selalu dijaga. Sedangkan yang perlu dijaga adalah andil inflasi dari tiket pesawat dan sewa rumah atau hotel.

“Dikhawatirkan tiket pesawat dan sewa rumah atau hotel. Kami berturut-turut 2015-2016 TPID terbaik se-Indonesia timur dan akan dipertahankan 2018 dengan koordinasi,” tuturnya.

Post Terkait