Berburu Investasi Bodong, Satgas OJK Menyamar hingga Menyusup

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menghentikan kegiatan penghimpunan dana masyarakat dan pengelolaan investasi tanpa izin yang dilakukan 14 entitas.

Sebelum dihentikan, Satuan Tugas Penanganan Dugaan Tindakan Melawan Hukum di Bidang Penghimpunan Dana Masyarakat dan Pengelolaan Investasi atau Satgas Waspada Investasi, telah melakukan pengawasan dan pendalaman selama Oktober.

Ternyata dari 14 entitas tersebut tidak semuanya sudah beroperasi dan memakan korban. Ada beberapa yang belum beroperasi dan baru melakukan penawaran seperti Tractoventure/ Tracto Venture Network Indonesia dan PT Purwa Wacana Tertata/Share Profit System Coin/ SPS Coin.co.

“Itu baru saja muncul. Satgas ini kita berharap jangan ada korban dulu. Jadi baru jadi kecambah sudah kita injak, mati duluan,” ujar Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L Tobing kepada detikFinance, Selasa (24/10/2017).

Menariknya, untuk menyelidiki Tractoventure ini anggota Satgas Waspada Investasi sampai menyusup ke dalam seminar yang digelar entitas demi menyelidikinya. Awalnya Satgas mengetahui Tractoventure akan mengadakan seminar di sebuah hotel berdasarkan informasi dari masyarakat.

“Tractoventure itu melakukan seminar pada Oktober awal. Pada saat itu anggota satgas ikut hadir di sana dan melihat memang penawarannya itu tidak masuk akal dan merugikan masyarakat,” tambahnya.

Tractoventure/Tracto Venture Network Indonesia sendiri dihentikan kegiatan usahanya oleh Satgas Waspada Investasi karena melakukan penawaran penggunaan mata uang digital yaitu Crypto Currency dan menggunakan sistem multi level marketing dalam menawarkan mata uang tersebut tanpa dilengkapi izin dari otoritas yang berwenang.

Menurut Tongam, Satgas Waspada Investasi memang seharusnya menghentikan kegiatan atas entitas yang melakukan investasi penipuan sedini mungkin sebelum memakan korban. Sebab biasanya masyarakat yang mengikuti investasi bodong belum mau melakukan pelaporan jika belum merasakan kerugian.

“Korban itu mengaku jadi korban ketika sudah rugi. Tapi ketika belum rugi, masih menikmati keuntungan, biasanya diam. Malah menjadi masalah ketika kita ingatkan. Malah ditentang juga kita,” tandasnya.

Berikut ke-14 entitas yang telah dihentikan kegiatannya, yaitu:
1. PT Dunia Coin Digital;
2. PT Indo Snapdeal;
3. Questra World/ Questra World Indonesia;
4. PT Investindo Amazon;
5. Dinar Dirham Indonesia/ www.dinardirham.com;
6. Wujudkan Impian Bersama (WIB)/ PT Global Mitra Group;
7. Ahmad Zulkhairi Associates LLP (AZA)/ www.azafund.com;
8. PT Mahakarya Sejahtera Indonesia/ PT Multi Sukses Internasional;
9. PT Azra Fakhri Servistama/ Azrarent.com;
10. Tractoventure/ Tracto Venture Network Indonesia;
11. PT Purwa Wacana Tertata/ Share Profit System Coin/ SPS Coin.co;
12. Komunitas Arisan Mikro Indonesia/K3 Plus;
13. PT Mandiri Financial/ investasisahammandiri.blogspot.co.id; dan
14. Seven Star International Investment.

Post Terkait