Beragam Skenario Bila Ibu Kota Benar- benar Pindah

Kajian pemindahan ibu kota masih berlangsung hingga sekarang. Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menargetkan sebelum akhir tahun, ada keputusan yang diambil tentang ibu kota baru.

Dalam kajian sementara Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas yang diterima detikFinance, Senin (10/7/2017) ada beberapa skenario pemindahan ibu kota.

Pertama, bila pusat pemerintahan dan pusat perekonomian yang meliputi jasa, perdagangan, dan industri tetap di Jakarta. Maka konsekuensinya adalah perlunya dukungan teknologi di sektor infrastruktur, lingkungan, dan ekonomi untuk meningkatkan kapasitas.

Kedua, bila pusat pemerintahan dipindahkan. Konsekuensinya yaitu perlu kerja sama dengan pihak swasta dan Pemerintah Daerah (Pemda) yang akan menerima limpahan kegiatan bisnis, agar mempermudah proses pemindahan pusat bisnis dan penetapan regulasi yang dibutuhkan, termasuk revisi Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) DKI Jakarta.

Pusat pemerintahan dan pusat ekonomi memang seharusnya dipisahkan. Contohnya, Amerika Serikat(AS), meskipun pusat pemerintahan dipindahkan ke Washington, namun pusat perekonomian tetap berada di New York.

Ketiga, dalam kajian tersebut juga ada skenario pusat perekonomian yang juga dipindahkan. Maka konsekuensinya yaitu diperlukan dukungan perencanan yang matang, termasuk sistem infrastruktur yang terintegrasi yang mendukung kegiatan pemerintahan di lokasi baru.

Baca juga: Jika Jadi Pindah Ibu Kota, Apa Dampaknya pada Alam Palangka Raya?

Keempat yaitu pemindahan pusat Perdagangan dan Pusat Industri. Konsekuensi yang dimungkinkan, yaitu perlunya dukungan perencanan yang matang, termasuk sistem infrastruktur yang terintegrasi yang mendukung kegiatan pemerintahan di lokasi baru perdagangan dan industri.

Post Terkait