Belum Setor Laporan Keuangan dan Bayar Denda, 16 Emiten Ini Kena “Semprit” BEI

Bursa Efek Indonesia (BEI) menjatuhkan sanksi kepada 16 emiten yang belum menyampaikan laporan keuangan interim per 31 Maret 2017 atau belum melakukan pembayaran denda atau keterlambatan penyampaian laporan keuangan tersebut.

Atas dasar hal tersebut di atas, Bursa melakukan penghentian sementaraperdagangan efek di pasar reguler dan pasar tunai sejak sesi I perdagangan efek tanggal 31 Juli, untuk dua emiten, yakni:

1. PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG)

2. PT Stady Safe Tbk (SAFE).

“Dan memperpanjang suspensi perdagangan efek untuk 14 perusahaan tercatat,” kata Kepala Divisi Penilaian Perusahaan 1 BEI I Gede Nyoman Yetna dalam pengumuman tertulisnya, Senin (31/7/2017).

Ke 14 emiten yang suspensinya diperpanjang, antara lain:

1. Borneo Lumbung Energi & Metal Tbk (BORN)

2. PT Berau Coal Energy Tbk (BRAU)

3. PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL)

4. PT Eterindo Wahanatama Tbk (ETWA)

5. PT Citra Maharlika Nusantara Corpora Tbk (CPGT)

6. PT Inovisi Infracom Tbk (INVS)

8. PT Permata Prima Sakti Tbk (TKGA)

9. PT Skybee Tbk (SKBY)

10. PT Sigmagold Inti Perkasa Tbk (TMPI)

11. PT Evergreen Invesco Tbk (GREN)

12. PT Garda Tujuh Buana Tbk (GTBO)

13. PT Merck Sharp Dohme Pharma Tbk (SCPI)

14. PT Zebra Nusantara Tbk (ZBRA)

Post Terkait