Belanja Jokowi Tahun Depan Disetujui DPR Rp 2.220 Triliun

Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018 hanya tinggal menunggu Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menyampaikan persetujuan melalui rapat paripurna. Belanja pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi sebesar Rp 2.220,6 triliun.

Dibandingkan rancangan yang diajukan pada 16 Agustus 2017 lalu, terlihat ada perubahan meskipun tidak begitu signifikan. Jokowi sebelumnya mengajukan Rp 2.204,3 triliun atau berbeda sekitar Rp 16,2 triliun.

Demikianlah hasil keputusan rapat kerja tingkat I, antara Badan Anggaran (Banggar) DPR dengan pemerintah dan Bank Indonesia (BI), seperti dikutip detikFinance, Rabu (25/10/2017).

Belanja tersebut terdiri dari pemerintah pusat Rp 1.454,4 triliun yang meliputi Kementerian Lembaga (KL) Rp 847,4 triliun dan non KL Rp 607,05 triliun.

Di luar belanja pemerintah pusat, ada transfer daerah sebesar Rp 706,1 triliun dan dana desa Rp 60 triliun.

Sementara penerimaan negara dipatok Rp 1.894,7 triliun atau lebih tinggi Rp 16,2 triliun dari yang diajukan. Terdiri dari penerimaan dalam negeri Rp 1.893,5 triliun dan hibah Rp 1,19 triliun.

Dengan postur tersebut, maka muncul defisit anggaran Rp 325,9 triliun atau 2,19% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Defisit nantinya akan ditutup oleh penarikan utang oleh pemerintah.

Post Terkait