BEI Gelontorkan Rp 335 Miliar untuk Perkuat Sistem Perdagangan

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengaku akan terus meningkatkan keamanan inti sistem perdagangan saham di pasar modal Indonesia. Salah satunya dengan meningkatkan investasi di sisi IT.

Direktur Utama BEI Tito Sulistio mengatakan, pihaknya tahun ini menyiapkan dana hingga US$ 25 Juta atau setara Rp 335 miliar (kurs Rp 13.400) untuk investasi IT tahun ini.

“Kita maunya 30 Agustus nanti kita sudah pindah ke sistem yang baru. Tempat juga pindah ke satu tempat yang tier 3, sekarang tier 2,” tuturnya di Gedung BEI, Jakarta, Senin (10/7/2017).

Dengan investasi tersebut, kata Tito akan meningkatkan availability system sistem Jakarta Automated Trading System (JATS) dari 99,975% menjadi 99,98%. Availability system merupakan tolak ukur berfungsinya sebuah sistem. Semakin tinggi angka availability system, maka sistem tersebut semakin andal dalam menjalankan fungsinya.

“Tiap kenaikan 0,05%, investasinya bisa US$ 20-25 juta,” imbuhnya.

Sementara untuk kejadian berhentinya perdagangan saham sekitar 1 jam pagi tadi, Tito yakin tidak akan menurunkan kepercayaan pelaku pasar kepada pasar modal. Sebab yang terganggu hanya sistem penunjang datafeed.

“Kita punya KPI (key performance indicators). Kita masih di bawah itu kok, masih memenuhi. Transaksi masih bisa jalan. Kita cukup cepat tadi kok. 45 menit langsung jalan lagi. Teman-teman juga bekerja dengan bagus di IT,” tukasnya.

Post Terkait