BEI Catatkan Obligasi Waskita Karya Rp3,451 Triliun

Bursa Efek Indonesia (BEI) mulai mencatatkan obligasi Berkelanjutan III Tahap II Tahun 2018 yang diterbitkan oleh PT Waskita Karya (Persero) Tbk senilai Rp3,451 triliun.

Kepala Divisi Penilaian Perusahaan 3 BEI Goklas Tambunan mengatakan, obligasi yang diterbitkan Waskita Karya terdiri dari dua seri yakni Seri A (WSKT03ACN2) dengan nilai nominal Rp1,175 triliun berjangka waktu tiga tahun, dan Seri B (WSKT03BCN2) dengan nilai nominal Rp2,276 triliun dengan jangka waktu lima tahun.

“Hasil pemeringkatan untuk obligasi itu adalah A-(idn) (single A minus) dari PT Fitch Ratings Indonesia (Fitch). Sementara bertindak sebagai wali amanat dalam emisi ini adalah PT Bank Mega Tbk,” katanya dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin (26/2/2018).

Dengan dicatatkannya obligasi Waskita Karya itu, lanjut dia, maka total emisi obligasi dan sukuk yang sudah tercatat sepanjang 2018 di BEI sebanyak tujuh emisi dari enam emiten senilai total Rp14,68 triliun.

Sementara itu, dengan pencatatan obligasi itu maka total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 351 emisi dengan nilai nominal “outstanding” sebesar Rp400,75 triliun dan 47,5 juta dolar AS yang diterbitkan oleh 114 emiten. Surat berharga negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah 92 seri dengan nilai nominal Rp2.118,84 triliun dan 200 juta dolar AS. Serta efek beragun aset (EBA) sebanyak 10 emisi senilai Rp8,27 triliun.

Sebelumnya, Direktur Penilaian Perusahaan BEI Samsul Hidayat mengatakan bahwa pihaknya optimitis nilai emisi penerbitan obligasi pada 2018 ini akan lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp160 triliun.

Dia menilai, bahwa dengan masih maraknya penerbitan obligasi pada 2018 ini menunjukan minat investor terhadap instrumen itu terbilang tinggi. Apalagi, sejumlah lembaga pemeringkat internasional juga telah menyematkan peringkat layak investasi (investment grade) pada Indonesia.

“Tahun ini daya serap obligasi juga akan dibantu oleh investor asing seiring dengan peringkat Indonesia yang berada di level ‘investment grade’,” katanya.

Post Terkait