Begini Cara Ngecek Keuangan Sehat atau Tidak

Tidak berasa sudah di penghujung tahun 2017 dan sebentar lagi sudah memasuki tahun 2018. Sudah siap menghadapi tahun baru dengan target dan resolusi-resolusi baru? Resolusi apa yang ingin Anda capai di tahun 2018, baik karir, keuangan, keluarga, pendidikan dan banyak hal lainnya.

Sebelum membuat rencana untuk menghadapi tahun 2018, ada baiknya Anda membuat evaluasi pencapaian di tahun 2017. Dalam hal keuangan evaluasi keuangan bisa dilakukan dengan melakukan Financial Check up.

Mungkin Anda lebih sering mendengar istilah Medical check up dan baru kali ini mengetahui bahwa ada juga lho Financial Check up. Sebagian besar masyarakat pun sudah memahami apa itu medical check up, apa saja yang dilakukan dan manfaat yang diperoleh setelah melakukan medical check up, terutama bagi kalangan yang sudah berusia. Sedangkan financial check up, tidak banyak yang mengetahui apa itu financial check up, apa saja yang dilakukan dalam financial check up dan manfaat dilakukannya financial check up.

Financial check up adalah pemeriksaan kondisi keuangan secara menyeluruh dengan tujuan untuk mengetahui apakah sudah sehat kondisi keuangan, jika belum tentunya sebagai bahan evaluasi untuk melakukan perbaikan kondisi keuangan di masa yang akan datang.

Apabila medical check up biasanya dilakukan ketika mencapai usia tertentu, berbeda dengan financial check up yang tidak tergantung dengan usia seseorang. Financial check up bisa dilakukan setiap saat sebagai evaluasi kondisi keuangan Anda. Salah satu yang paling pas dilakukan financial check up yaitu pada momentum akhir tahun seperti saat ini.

Sebagai salah satu cara untuk mengevaluasi kondisi keuangan Anda apakah sehat? Apakah kondisinya lebih baik dari tahun sebelumnya? Apakah justru lebih buruk karena lebih banyak hutangnya? Hasil dari financial check up dapat membantu Anda untuk membuat perencanaan, target dan resolusi apa saja yang bisa dilakukan di tahun mendatang terutama tahun 2018.

Berikut, apa saja yang perlu dilakukan dan diperiksa dalam Financial Check up.

1. Membuat Neraca (Total Kekayaan dan Total Hutang)

Tidak hanya pada perusahaan yang mebuat laporan neraca sebagai bagian dalam Laporan Keuangan Perusahaan di akhir tahun. Anda pun harus mengetahui kondisi neraca Anda.

Total Kekayaan terdiri dari semua daftar kekayaan Anda, mulai dari properti, kendaraan, tabungan, deposito, emas, reksadana, saham dan lainnya, baik yang sudah lunas atau pun yang masih dicicil. Nilai yang dihitung adalah nilai apabila kekayaan tersebut dijual pada saat ini. Sedangkan total hutang atau total kewajiban adalah semua daftar hutang yang Anda miliki, masukkan nilai pokok hutang Anda yang terakhir dalam daftar hutang. Neraca keuangan yang sehat apabila Nilai Kekayaan Bersih Anda positif atau Total Asset anda lebih besar dari Total Hutang atau Total Kewajiban Anda.

2. Membuat Cash Flow (Pemasukkan dan Pengeluaran)

Sudahkan Anda membuat catatan dan mengatahui kondisi Cash Flow Anda selama ini, terutama selama tahun 2017. Atau Anda tidak pernah mencatat sehingga tidak mengetahui apakah kondisi cash flow Anda baik-baik saja. Dalam hal ini untuk mengetahui kondisi Cash Flow yang sesungguhnya Anda harus membuat catatan terutama kemana pendapatan yang

Anda terima dihabiskan. Dengan membuat catatan kemana saja uang yang Anda miliki dihabiskan Anda bisa melihat apakah sudah tepat, atau banyak bocor disana sini karena sesungguhnya banyak pengeluaran yang mestinya tidak dilakukan. Dari catatan tersebut

Anda bisa melihat apakah kondisi keuangan Anda sehat yaitu kondisi dimana pendapatan lebih besar dari pengeluaran sehingga Anda masih memiliki Disposible Income yang bisa digunakan untuk investasi atau tabungan. Atau mungkin pas-pasan, nah yang lebih harus diwaspadai apabila kondisinya negatif, yaitu pengeluaran justru lebih besar dari pendapatan.

Dari data-data Neraca dan Cash Flow yang telah Anda buat secara umum dapat diambil kesimpulan apabila neraca dan Cash Flow Anda nilainya positif, selamat berarti kondisi keuangan Anda secara umum sudah sehat. Tetapi tidak cukup disitu, Ada pemeriksaan yang dilakukan secara detail oleh perencana keuangan dengan menggunakan rasio-rasio khusus seperti Saving Ratio, Liquidty Ratio, Debt Service Ratio dan beberapa rasio lainnya. Rasio-rasio tersebut lebih spesifik menilai kesehatan kondisi keuangan Anda lebih detail, seperti besarnya nilai Hutang, nilai Asset, nilai cicilan dan beberapa hal lainnya.

Semua hal diatas dapat anda pelajari di workshop dan kelas yang dilakukan baik oleh AAM & Associates maupun IARFC Indonesia . Untuk workshop Kaya Raya Dengan Reksadana di bulan Desember bisa dibuka di sini.

Untuk belajar mengelola gaji bulanan bisa ikut workshop CPMM, info buka di sini. Sementara untuk ilmu yang lengkap, anda bisa belajar tentang perencanaan keuangan komplit, bahkan bisa jadi konsultannya dengan ilmu advance, info buka di sini dan untuk workshop Basic Financial Planning info bisa dibuka di sini. Selain itu bisa juga bergabung di akun telegram group kami dengan nama Seputar Keuangan atau klik di sini. Setelah mengetahui dengan sesungguhnya kondisi kesehatan keuangan, maka Anda dapat maksimal menyusun target, rencana dan resolusi keuangan di tahun 2018. Semoga bermanfaat.

Post Terkait