Begini Cara Dapat Modal Usaha dari Bank Wakaf Mikro

Akses keuangan menjadi salah satu kendala bagi masyarakat di daerah untuk memacu produktivitas. Padahal jika punya modal, mereka bisa meningkatkan taraf hidupnya. Munculnya bank wakaf mikro (BWM) diharapkan bisa menjadi solusi.

Lantas bagaimana cara pinjam modal di bank tersebut?

Kepala Departemen Perbankan Syariah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Ahmad Soekro Tratmono menjelaskan, pembiayaan yang dikucurkan oleh BWM mengutamakan nasabah produktif. Dia menjelaskan siapa saja yang masuk kategori tersebut.

“Masyarakat miskin ini yang telah mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari, sudah punya usaha tapi belum berkembang, tapi dia punya kemauan berusaha,” katanya dalam acara Pelatihan dan Gathering Media Massa di Purwokerto, Jumat (6/4/2018).

Selanjutnya pada proses awal, mereka harus mengikuti seleksi calon nasabah melalui pelatihan wajib kelompok (PWK) selama lima hari dengan materi kedisiplinan, kekompakan, solidaritas dan keberanian untuk berusaha.

Lalu akan terpilih satu kelompok nasabah yang telah lulus PWK dengan nama kelompok usaha masyarakat sekitar pesantren Indonesia (KUMPI) yang terdiri dari lima orang. Kemudian dibentuk kelompok dengan nama Halaqoh Mingguan (HALMI) yang terdiri dari 3-5 kelompok.

“Kelompok masing-masing lima orang, 4-5 kelompok, kemudian dididik lima hari. Dididik solidaritas, komitmen berusaha dan kebersamaan,” jelasnya.

 

Pada pertemuan pertama kelompok ini akan dilakukan pencairan pembiayaan. Selanjutnya dilakukan pertemuan HALMI mingguan dengan aktivitas pembayaran angsuran mingguan, penyampaian materi misalnya pengembangan usaha dan ekonomi rumah tangga.

Pencairan pembiayaan pun maksimal Rp 3 juta dengan margin bagi hasil setara 3%. Tapi mayoritas nasabah mendapatkan pinjaman Rp 1 juta.

“Ya nasabahnya peminjamannya Rp 1 juta dulu. Rp 3 juta itu kan permohonan dari nasabah. Nah masing-masing manajer diteliti bisa nggak diberikan Rp 3 juta kan gitu ya. Kalau misalkan bisa ya akan diberikan oleh masing-masing BWM,” tambahnya.

Sebelumnya dia mengatakan masyarakat di daerah kerap terjebak rentenir karena keterbatasan akses keuangan. Adanya BWM ini diharapkan bisa menangkal rentenir tersebut.

“Masyarakat ada suatu kebutuhan, itu memprihatinkan sekali untuk penuhi kebutuhan. Yang paling dekat ini adalah rentenir. Mereka datang door to door. Minjam Rp 100 ribu, kembaliin Rp 150 ribu,” katanya.

“BWM juga bisa jadi inkubator untuk siapkan nasabah yang tadinya non bankable jadi bankable. Kita berantas rentenir, kita siapkan inkubator untuk perkuat ekonominya,” tambah dia.

Post Terkait