BCA Suntik Andalan Finance Rp300 Miliar

PT Andalan Finance Indonesia (Andalan Finance) menerima tambahan fasilitas kredit dari sektor perbankan. Kali ini, fasilitas kredit didapat dari Bank BCA sebesar Rp300 miliar bentuk Installment Loan.

President Director Andalan Finance Frans F Rundengan mengatakan, tahun ini Andalan Finance menargetkan kebutuhan pendanaan mencapai Rp6 triliun dan tetap fokus pada pembiayaan kendaraan roda empat, baik baru maupun bekas.

Dalam segi pendanaan, Andalan Finance telah bekerja sama dengan berbagai mitra perbankan nasional untuk mendukung modal kerja perusahaan. Selain yang berasal dari modal sendiri, portofolio sumber pendanaan Andalan Finance sejauh ini lebih banyak berasal dari pinjaman bank, baik dalam bentuk kerja sama bilateral maupun kredit sindikasi.

“Fasilitas pendanaan tersebut nantinya akan digunakan untuk mendukung target penyaluran pembiayaan sampai dengan akhir tahun 2018 yang kami proyeksikan mencapai Rp4,8 triliun atau tumbuh sebesar 8% dibanding penyaluran pembiayaan tahun 2017,” ujar Frans F. Rundengan, Senin (26/3/2018).

Kerjasama ini, sejalan dengan prediksi kinerja industri pembiayaan dan pasar otomotif yang akan membaik pada tahun 2018 ini.

“Untuk menopang pertumbuhan pembiayaan tahun ini, Andalan Finance dalam waktu dekat akan memperoleh tambahan fasilitas kredit kembali dari perbankan sekitar Rp1 triliun dan pendanaan Medium Term Notes (MTN) hingga mencapai Rp 2 triliun di tahun 2018 ini,” tutup Frans F. Rundengan.

Terjaganya fasilitas kredit turut mendukung kesinambungan laba di PT Industri dan Perdagangan Bintraco Dharma Tbk (Bintraco Dharma) dengan kode saham CARS, sebagai induk usaha dari Andalan Finance.

Kesinambungan laba ini akan menjaga profitabilitas Bintraco Dharma, khususnya setelah penyelesaian proses peningkatan kepemilikan di PT Bahtera Multi Niaga pada akhir Desember 2017.

Peningkatan saham ini turut meningkatkan kontribusi laba dari anak-anak usahanya, salah satunya Andalan Finance, di tahun 2018. Bintraco Dharma akan terus memaksimalkan pertumbuhan laba dari kemitraan strategis dan pengembangan bisnis di tahun 2018 dengan pemanfaatan dana hasil IPO.

Post Terkait