Bayar Tol Akses Priok Bakal Sekali Transaksi, Ini Alasannya

Jalan Tol Akses Tanjung Priok yang telah diresmikan dan dibuka sejak April 2017. Rencananya, pembayaran tol Tanjung Priok akan terintegrasi dengan Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR).

Kenapa pembayarannya perlu diintegrasi? Integrasi sistem pembayaran JORR sendiri saat ini tengah dalam proses lantaran pembongkaran dan pembangunan gerbang tol masih berlangsung. Sementara proses ini sendiri diperkirakan baru rampung pada akhir tahun mendatang, bahkan hingga 6 bulan.

“Karena mestinya satu kali transaksi saja ya (integrasi pembayaran dengan tol akses priok). Saya harapkan sih satu kali transaksi itu sudah sekaligus. Jangan bolak balik lagi. Kasihan masyarakat,” kata Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna, seperti ditulis Jumat (8/9/2017).

Artinya Tol Akses Priok baru akan dikenakan tarif saat integrasi sudah dilakukan dengan JORR nanti.

“Makanya upaya ini kita lihat, supaya dilakukan percepatan (pembongkaran dan pembangunan gerbang tol). Ini bangunnya dipastikan dulu jadwalnya. Tolong dicepatin,” ujar Herry.

Sebelumnya, proses penerapan tarif tol akses Tanjung Priok sendiri menunggu Peraturan Presiden yang menugaskan Hutama Karya menjadi operator tol yang dibangun dengan pinjaman dari Jepang tersebut. Perpres tersebut kemudian diikuti oleh PP dan Peraturan Menteri yang mengatur tarif dan konsesi jalan tol tersebut.

Saat ini, tol tersebut masih dibuka gratis kepada pengguna jalan sejak diresmikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada April lalu. Nantinya, tarif ke tol akses Tanjung Priok akan terintegrasi dengan jalan tol lingkar luar Jakarta/Jakarta Outter Ring Road 1.

Dengan begitu, sistem pada ruas tol JORR 1 (termasuk Priok) akan menjadi terbuka, di mana tarif akan menjadi satu, tidak lagi sesuai jarak yang ditempuh, sama seperti yang sudah diterapkan pada ruas Jakarta-Tangerang-Merak dan Jagorawi.

Post Terkait