Banyak Pohon Roboh dan Papan Reklame Jatuh, Sudah Siapkah Dana Darurat Anda?

Ancaman bencana terus bertambah seiring dengan meningkatnya curah hujan. Puncak hujan yabg terjadi pada Januari mendatang membuat rawan bencana banjir, longsor hingga puting beliung. Ditambah lagi, gempa bumi, tsunami bisa terjadi kapan saja karena erupsi gunung api.

Bahkan akibat angin kencang dan cuaca ektreem banyak pohon dan papan reklamasi berjatuhan menimpa kendaraan pribadi. Oleh karena itu, ada baiknya kita menyiapkan dana untuk mengantisipasi musibah yang akan datang. Salah satu caranya dengan menyiapkan dana darurat.

Menurut Perencana Keuangan Andi Nugroho mengatakan, setiap orang seharusnya memiliki dana darurat yang dapat digunakan dalam situasi tidak terduga seperti ini. Namun, sebelum itu, pastikan terlebih dahulu untuk terpenuhinya kebutuhan pengeluaran yang lain.

“Kalau saya suka menyebut menyiapkan dana darurat 10% dari penghasilan bulanan. Setiap bulan kan dapat income, alokasikan untuk post pengeluaran dulu. Tergantung kemampuan individu juga,” jelas Andi kepada Okezone.

Dia melanjutkan, dana tersebut harus disisihkan, lantaran meskipun sudah menjadi member sebuah asuransi, namun asuransi tersebut tidak akan merecovery semua kerugian yang kita alami.

Beberapa asuransi hanya recovery kerugian dari musibah yang dialami secara pribadi, dan keluarga inti, misalnya sakit, dan gangguan kesehatan. “Asuransi tidak bisa backup semua, hanya untuk biaya pribadi dan keluarga inti, misalnya sakit. Tetapi kalau tetangga rumah yang terkena musibah, asuransi tidak bisa backup,” ungkap dia.

Sekadar informasi, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menjabarkan, data sementara kejadian bencana selama 2017 hingga 20 November 2017 terdapat 2.057 bencana. Jenis dan jumlah kejadian bencana ini, antara lain banjir sebanyak 689 kejadian, puting beliung sebanyak 618 kejadian, tanah longsor sebanyak 545 kejadian.

Belum lagi kebakaran hutan dan lahan sebanyak 96 kejadian, banjir dan tanah longsor sebanyak 63 kejadian, kekeringan sebanyak 19 kejadian, gempa bumi sebanyak 18 kejadian, gelombang pasang/abrasi sebanyak 7, dan letusan gunung api sebanyak 2 kejadian.

Post Terkait