Banyak Lahan Gambut, Bagaimana Kualitas Air di Palangka Raya?

Masyarakat yang tinggal di daerah gambut biasanya kerap kesulitan mendapatkan air bersih. Hal ini pun tak lepas dari wilayah Palangka Raya yang berada di Provinsi Kalimantan Tengah, terlebih dengan jumlah potensi daerah rawa yang ada di daerah ini mencapai 595.263 hektar (ha), dan potensi lahan gambutnya mencapai 3,1 juta ha.

Lantas bagaimana sebenarnya kualitas air di Palangka Raya?

“Kalau air bersih, kita punya sumber daya yang sangat melimpah. Sekitar 20 kilometer (km) dari pusat ibu kota baru, ada pegunungan daerah Tangkiling, di situ ada sumber air bersih,” ujar Ketua Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Kalimantan Tengah, Yuren S Bahat, saat ditemui detikFinance di kantornya, Palangka Raya, Kamis (14/7/2017).

Hal tersebut diamini oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kalimantan Tengah, Leonard Ampung. Menurutnya, isu ketersediaan air bersih tak menjadi kekhawatiran, terlebih dengan wilayah Kalimantan Tengah yang dilintasi oleh 11 sungai besar. Hal tersebut telah dirasakan oleh masyarakat pinggiran sungai yang selama ini memanfaatkannya.

“Itu rata-rata air sungai. Tapi selama ini sehat-sehat saja tuh. Tapi mungkin ke depan juga harus ada treatment,” tutur Leo.

Jikapun lahan gambut menyebabkan kondisi air berwarna hitam atau coklat, menurutnya hal itu bisa saja dilakukan treatment dengan menyediakan teknologi pengolahan air. Hal tersebut bisa direalisasikan apabila kebutuhan air di Palangka Raya meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk nanti.

“Itu tergantung treatment. Air laut saja bisa dibikin sama Australia. Airnya bisa kita lakukan treatment, dari hulunya kan sudah bisa kita amankan,” pungkasnya.

Post Terkait