Banyak Dana dari Bank Pindah ke Pasar Modal

Pendanaan melalui pasar modal hingga Oktober 2017 tercatat Rp 197 triliun. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutkan jumlah ini terus meningkat dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat Rp 163 triliun.

Deputi Komisioner Pengaturan dan Pengawasan Terintegrasi OJK, Imansyah mengatakan hingga akhir tahun penghimpunan dana melalui pasar modal bisa menyentuh Rp 200 triliun.

“Angka yang masih ada di pipeline sekitar Rp 36 triliun. Memang pertumbuhan dana ini tumbuh signifikan, meskipun pembiayaan dari perbankan tidak tumbuh tinggi,” kata Imansyah dalam diskusi di Gedung OJK, Jakarta, Jumat (24/11/2017).

Dia menjelaskan, periode Januari hingga November 2017 penghimpunan dana dalam bentuk obligasi atau surat utang dan sukuk mencapai Rp 145 triliun. Kemudian dalam bentuk rights issue atau penerbitan saham baru mencapai Rp 66 triliun hingga November.

Lalu penghimpunan dana dalam bentuk penawaran saham umum perdana atau initial public offering (IPO) tercatat Rp 6 triliun. Periode Oktober 2017, DPK bank tercatat 10,9% menurun dibandingkan periode bulan sebelumnya 11,69%.

“Memang ada shifting atau perpindahan ke saham, tapi kami yakin tidak akan menimbulkan gangguan ke sektor lain,” imbuh dia.

Dia menjelaskan, meskipun terjadi perpindahan dana dari bank ke pasar modal namun dinilai tidak akan mempengaruhi sektor perbankan. “Tidak akan terjadi pengetatan likuiditas karena banyak dana bank pindah ke pasar modal. Likuiditas masih memadai,” kata dia.

Saat ini loan to deposit ratio (LDR) bank tercatat masih 88%, sesuai dengan ketentuan dari Bank Indonesia (BI) sebesar 72% – 92%.

Post Terkait