Banyak Cara Menuju Kaya, Tak Perlu Curi Tali Pocong

Kemarin sempat terdengar kabar berita yang begitu mencengangkan para netizen. Yaitu ada pencurian tali pocong di daerah Pemakaman Umum Taman Abadi, Kecamatan Ciputat, Tangerang Selatan. Diketahui belakangan ini bahwa pelaku pencurian tali pocong dan pembongkarang makam tersebut adalah karena ulah sopir angkot Ciputat.

Kepolisian Resor Tangerang Selatan menangkap Mohammad Urfan alias Petruk karena telah diduga mencuri sebuah tali pocong milik sahabatnya, yang baru 3 jam di kubur. Motif pencurian tersebut adalah karena ia percaya bahwa tali pocong dapat mempermudah rezekinya. Dia yakin bahwa tali pocong itu bisa membuat angkot yang di sopirinya bisa ramai penumpang.

Pada kenyataannya, setelah ia mencuri tali pocong tersebut, tidak ditemukannya perubahan jumlah penumpang yang menaiki angkotnya, alias tetap sama saja omzetnya.

Biar bagaimanapun memang apa yang dilakukan oleh Petruk memang merupakan hal yang salah. Untuk mendapatkan omzet yang besar yang dibutuhkan adalah usaha dan doa, bukanlah percaya pada hal-hal yang belum tentu benar kenyataannya.

1. Memberikan Kontribusi yang Lebih Besar
Jika halnya sebelumnya Anda memiliki pendapatan yang sangat kurang, tidak ada kata terlambat untuk memberikan kontribusi yang lebih besar daripada sebelumnya. Misalnya dahulu Anda hanya menarik sebuah angkutan umum dengan omzet yang pas-pasan dari pagi hingga siang hari.

Mungkin pada sore sampai malam hari Anda bisa mencoba pekerjaan lain, misalnya menjadi ojek online atau pekerjaan seperti berjualan pulsa, dan lainnya. Jika tidak bisa usaha yang lain, mungkin Anda perlu menambahkan lagi jam kerja Anda agar omzetnya tercapai, atau pindah ke daerah yang lebih ramai penumpang. Atau cara apapun yang hasilnya adalah memberikan kontribusi yang lebih besar

2. Melakukan Penghematan
Berhemat merupakan hal atau langkah yang mudah yang akan membuat uang Anda semakin banyak. Lakukan hal ini dalam pengeluaran anda, misalnya saja dengan mengurangi berbagai hal yang membutuhkan biaya yang tinggi.

3. Menemukan Pekerjaan Baru
Jika misalnya pekerjaan menjadi supir angkutan umum tidak memberikan penghasilan yang cukup untuk kehidupan Anda. Mungkin kini saatnya Anda beralih profesi kepada pekerjaan yang mulai menguntungkan.

Anda bisa mencoba peruntungan di bidang lain. Seperti ojek online, yang saat ini sedang ramai penumpang. Dan jika dilihat, memang pada kenyataannya pengguna angkutan umum sekarang lebih tertarik untuk menggunakan ojek online ketimbang angkutan umum seperti angkot.

Jika misalnya lagi, Anda tidak memiliki motor, Anda bisa pinjam dulu misalnya motor teman, atau mengandalkan cicilan kredit motor, yang biayanya nanti bisa Anda bayarkan dengan uang hasil Anda ngojek.

4. Bergaul dengan Teman yang Memiliki Visi yang Sama
Milikilah teman dan beragul lah dengan orang-orang yang memiliki visi yang sama dengan Anda. Ini akan membuat Anda lebih termotivasi untuk tetap menabung dan tidak merasa tertekan ketika berada di antara mereka.

5. Pangkas Biaya yang Tidak Perlu
Jika sekiranya banyak hal dan biaya dengan jumlah besar dan semestinya tidak perlu dikeluarkan dalam anggaran Anda, mungkin ada baiknya jika hal tersebut mulai Anda pangkas. Mulailah melihat berbagai pegneluaran yang tidak efektif. Alokasikan sejumlah dana tersebut menjadi dana simpanan untuk Anda berinvestasi.

Apakah Anda sudah siap menjadi sukses? Menurut Anda, tantangan apa saja yang di hadapi dalam meraih kesuksesan itu? Semoga bermanfaat.

Sudah Siapkah Anda di Tahun 2018? Apakah Goal Secara Finance Anda Sudah Tercapai di Tahun 2017 Ini? Download Sekarang Juga Rangkuman “Financial Revolution” 3 Hari Seminar seharga Rp 1.997.000.

Post Terkait