Bangun Kawasan Ekonomi Khusus, RI Incar Investasi Rp 726 T

Pemerintah tengah mendorong pusat pertumbuhan ekonomi melalui Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, selaku Ketua Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) mengatakan, agar semua stakeholder terus bekerja keras membangun KEK yang berdaya saing dan berkelanjutan, agar tujuan pemerataan antar daerah dapat segera terwujud.

“KEK tentu satu diantara kebijakan-kebijakan pemerintah yang merupakan kebijakan strategis untuk mendorong pertumbuhan pemerataan antar daerah,” ungkap Darmin dalam acara KEK: Tinta Kemerdekaan Dari Pinggiran, di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Selasa (1/8/2017).

Nampak hadir menemani Darmin dalam acara, Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil, Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri, beberapa pejabat daerah dan pejabat kementerian.

Hingga saat ini ada beberapa wilayah yang sudah dalam pengembangan KEK, tiga diantaranya seperti Mandalika di Lombok, Palu, Sulawesi Tengah, Tanjung Kelayang di Belitung.

“Kita perlu belajar bagaimana mancanegara membangun kawasan-kawasan kelas dunia mereka melalui karakter dan positioning tertentu untuk memperkuat posisi dan eksistensinya melalui branding strategy,” ujarnya.

Seperti diketahui, KEK memiliki tiga agenda utama antara lain percepatan pembangunan (terutama di luar Jawa), pengurangan kesenjangan antar wilayah, serta daya saing ekonomi melalui nilai tambah dan rantai nilai atas bahan mentah (sumber daya alam).

Lebih lanjut Darmin menuturkan, dengan adanya KEK maka diharapkan aliran investasi bakal mengalir deras. Target investasi KEK yang diharapkan hingga 2030 mencapai Rp 726 triliun, dengan sasaran penyerapan tenaga kerja 632.583 orang. Sementara itu, realisasi investasi hingga 30 Juni 2017 sebesar Rp 221 triliun.

Post Terkait