Bagaimana Caranya Supaya Bank Mau Turunkan Bunga?

Suku bunga kredit perbankan nasional masih di kisaran 11,73% per Juli 2017. Sedangkan bunga deposito berada di kisaran 6,49%.

Karena itu, Presiden Joko Widodo beberapa hari lalu memanggil dua regulator industri keuangan Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk meminta bunga bisa lebih rendah dari saat ini.

Ekonom The Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Bhima Yudhistira Adhinegara mengatakan saat ini tingkat pendapatan bunga atau net interest margin (NIM) masih di atas 5%.

“Penurunan bunga masih ada ruang, tapi kalau dilihat NIM yang masih tinggi. Sepertinya agak sulit menurunkan bunga kredit tahun ini,” kata Bhima saat dihubungi detikFinance, Rabu (30/8/2017).

Dia mengatakan, saat ini yang harus diutamakan adalah efisiensi perbankan untuk mengurangi biaya operasional.

“Kalau biaya operasionalnya sudah efisien maka NIM bisa ditekan dan bunga bisa diturunkan,” kata dia.

Direktur Utama PT Bank Bukopin Tbk, Glen Glenardi, mengatakan penurunan bunga kredit itu juga tergantung dengan penurunan bunga deposito.

“Bunga deposito kan jatuh temponya tidak sama semua, jadi kami pakai patokan cost of fund atau biaya dana. Begitu biaya dana turun ya kami bisa terapkan marginnya,” ujar Glen.

Menurut Glen dalam menentukan bunga kredit tidak serta merta ditentukan oleh pendapatan bunga, tetapi juga biaya dana, mutasi rekening hingga risiko bisnis.

Dari statistik perbankan Indonesi (SPI) per Mei 2017 pendapatan bunga bersih perbankan nasional tercatat masih di posisi 5,36% atau Rp 336,1 triliun dari rata-rata total aset produktif sebesar Rp Rp 6.277 triliun.

Persentase ini naik dari periode bulan sebelumnya yakni 5,35% atau sebesar Rp 334,6 triliun dari rata-rata total aset produktif Rp 6.253 triliun.

Pada akhir 2016 5,63% yakni sekitar Rp 329,91 triliun dari aset produktif Rp 5.854,7 triliun. Kemudian periode 2015 NIM tercatat 5,39% atau Rp 293,82 triliun dari aset produktif Rp 5.449,6 triliun.

Post Terkait