Aset LPS Tembus Rp79,3 Triliun, Naik 8,68%

Aset Lembaga Penjamin Simpanan hingga akhir April 2017 mencapai Rp79,3 triliun atau tumbuh 8,68% dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp73 triliun.

“Bentuk aset Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) itu didominasi atau 96,2% berupa penempatan investasi yaitu sebesar Rp76,3 triliun,” kata Sekretaris LPS Samsu Adi Nugroho dalam keterangan tertulisnya. Menurut dia, sejak beroperasi pada 2005 hingga akhir Mei 2017, LPS telah menangani klaim terhadap 79 bank yang dicabut izin usahanya dan 76 bank di antaranya telah selesai proses rekonsiliasi dan verifikasi.

“Dari 79 bank tersebut, jumlah klaim layak bayar mencapai Rp1,2 triliun,” kata Samsu Adi terkait dengan akan diselenggarakannya Pertemuan Tahunan, Workshop Regional, dan Konferensi Internasional Ke-15 IADI APRC di Yogyakarta, 17-20 Juli 2017.

Dia mengatakan, LPS menjadi tuan rumah kegiatan bertema ‘Peningkatan Peran Lembaga Penjamin Simpanan Melalui Aktivitas Resolusi’ yang akan dihadiri 70 delegasi dan 300 partisipan dari dalam dan luar negeri tersebut. “International Association of Deposit Insurers (IADI) adalah organisasi yang mewadahi lembaga-lembaga yang memiliki fungsi penjaminan simpanan di seluruh dunia. Asosiasi itu dibentuk pada 2002,” katanya.

Menurut dia, asosiasi itu bertujuan meningkatkan efektivitas sistem penjaminan simpanan melalui kerja sama internasional. LPS menjadi anggota dan aktif di IADI sejak 2005. Saat ini, ada 83 penjamin simpanan dari 77 yurisdiksi yang menjadi anggota IADI.

“Isu mengenai transformasi organisasi penjamin simpanan akan menjadi salah satu topik utama yang dibahas pada pertemuan tersebut. Melalui pertemuan itu dapat berbagi pengalaman dengan LPS negara lain,” katanya. Pertemuan tersebut, kata dia, akan menghadirkan pembicara utama Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Ketua Dewan Komisioner LPS Halim Alamsyah, dan Chairperson APRC Hiroyuki Obata.

Post Terkait