Antam Jual Emas 13.202 Kg Senilai Rp7,37 Triliun Sepanjang 2017

PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mencatat sepanjang 2017 nilai penjualan bersih mencapai Rp12,55 triliun. Adapun komoditas emas, menjadi komponen terbesar pendapatan perseroan sepanjang tahun lalu.

Emas berkontribusi sebesar Rp7,37 triliun atau 59% dari total penjualan bersih Full Year 2017 (FY17). Nilai penjualan bersih unaudited FY17 pun tumbuh sebesar 38% dibandingkan 2016 (FY16).

Sementara pada kuartal IV-2017, penjualan bersih unaudited Antam tercatat sebesar Rp5,59 triliun, naik sebesar 110% dibandingkan nilai penjualan bersih unaudited pada kuartal IV 2016 (kuartal IV-2016) sebesar Rp2,66 triliun.

Melansir keterbukaan informasi yang diterbitkan perseroan di situs Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (30/1/2018), sepanjang 2017, Antam mencatatkan total volume produksi emas dari tambang Pongkor dan Cibaliung sebesar 1.967 kg (63.240 oz). Sementara itu volume penjualan emas Antam di FY17 tercatat sebesar 13.202 kg (424.454 oz), tumbuh sebesar 29% dibandingkan volume penjualan periode FY16 sebesar 10.227 kg (328.806 oz).

Pendapatan Antam dari penjualan emas di FY17 tercatat sebesar Rp7,37 triliun. Emas merupakan kontributor terbesar dari penjualan bersih Antam di FY17 dengan kontribusi sebesar 59%.

Capaian penjualan bersih unaudited tersebut naik 33% dibandingkan penjualan bersih emas FY16 yang tercatat sebesar Rp5,54 triliun. Pada kuartal IV-2017 , produksi emas Antam mencapai 495 kg (15.914 oz) dengan volume penjualan mencapai 6.236 kg (200.492 oz) senilai Rp3,53 triliun.

Penjualan feronikel pada FY17 merupakan kontributor terbesar kedua dari total penjualan bersih unaudited Perusahaan, dengan kontribusi sebesar Rp3,17 triliun atau 25% dari total penjualan bersih FY17. Nilai penjualan feronikel pada 12M17 naik sebesar 14% dibandingkan nilai penjualan feronikel tahun 2016 sebesar Rp2,78 triliun.

Nilai penjualan bersih feronikel di kuartal IV-2017 tercatat sebesar Rp1,43 triliun atau naik sebesar 11% dibandingkan penjualan bersih periode kuartal IV-2016 yang mencapai Rp1,29 triliun. Di FY17, ANTAM kembali mencatatkan volume produksi dan penjualan tertinggi sepanjang sejarah Perusahaan.

Volume produksi feronikel pada FY17 tercatat sebesar 21.762 TNi, naik 7% dibandingkan capaiaan produksi FY16 sebesar 20.293 TNi. Pada periode FY17, ANTAM membukukan penjualan feronikel sebesar 21.813 TNi atau naik sebesar 4% dibandingkan periode FY16 yang mencapai 20.888 TNi.

Volume produksi feronikel pada periode kuartal IV-2017 tercatat sebesar 5.949 TNi, relatif stabil dibandingkan capaian produksi pada kuartal IV-2016 sebesar 5.900 TNi. Penjualan feronikel pada kuartal IV-2017 tercatat sebesar 8.997 TNi, naik sebesar 2% dibandingkan periode kuartal IV-2016 sebesar 8.793 TNi.

Selain itu, Antam mencatat volume produksi bijih nikel di FY17, yang digunakan dalam produksi feronikel serta penjualan domestik dan ekspor, sebesar 5,57 juta wmt yang terdiri dari 2,09 juta wmt bijih nikel kadar tinggi dan 3,47 juta wmt bijih kadar rendah. Total produksi bijih nikel Antam pada FY17 naik sebesar 241% dibandingkan volume produksi 2016, sebesar 1,63 juta wmt.

Pada FY17, Antam mencatatkan total volume penjualan bijih nikel sebesar 2,83 juta wmt, yang terdiri dari 103.712 wmt bijih nikel kadar tinggi dan 2,72 juta wmt bijih nikel kadar rendah. Capaian penjualan bijih nikel Antam pada FY17 tercatat naik 285% dibandingkan volume penjualan tahun 2016.

Antam mencatatkan pendapatan dari bijih nikel pada FY17 sebesar Rp1,32 triliun atau tumbuh sebesar 347% dibandingkan nilai penjualan bijih nikel pada periode FY16 sebesar Rp295 miliar. Pada periode kuartal IV-2017, total produksi bijih nikel Antam mencapai 2.057.570 wmt dengan penjualan sebesar 768.790 wmt dan menghasilkan pendapatan Rp369 miliar.

Antam juga mencatatkan, total volume penjualan bauksit mencapai 838.069 wmt, di mana 71.079 wmt digunakan sebagai umpan pabrik CGA Tayan dan 766.990 wmt diekspor. Volume penjualan bauksit di FY17 naik sebesar 181% dibandingkan penjualan FY16 yang mencapai 298.012 wmt.

Pada 12M17 Antam mencatatkan pendapatan dari bauksit sebesar Rp398 miliar, naik 283% dibandingkan nilai penjualan bauksit pada FY16 sebesar Rp104 miliar. Volume produksi bauksit pada kuartal IV-2017 mencapai 193.447 wmt dan volume penjualan mencapai 339.308 wmt senilai Rp172 miliar.

Post Terkait