9 Sektor Menguat, IHSG Naik ke 5.819

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih melaju positif siang ini. Sentimen positif pertumbuhan ekonomi jepang 4% berimbas positif pada bursa-bursa Asia termasuk Indonesia.

Sementara, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mengalami penguatan siang ini. Dolar AS berada di posisi Rp 13.344 dibanding posisi sore kemarin di Rp 13.347.

Pada perdagangan preopening pagi ini, IHSG naik 7,158 poin (0,12%) ke 5.808,646. Indeks LQ45 menguat 1,806 poin (0,18%) ke 964,393.

Membuka perdagangan Selasa (15/8/2017), IHSG kembali menguat 11,812 (0,20%) ke level 5.813,803. Sementara Indeks saham LQ45 naik 2,444 poin (0,25%) ke 965,031.

Masih diwarnai tren positif, IHSG terus melaju di zona hijau. IHSG naik 18,283 poin (0,32%) ke 5.819,771. Indeks LQ45 menguat 1,208 poin (0,13%) ke 963,795.

IHSG menyentuh level tertinggi di 5.827,615 dan terendah di 5.808,261. Transaksi di Bursa Efek Indonesia masih terpantau sepi. Hingga siang ini, telah terjadi 176.399 kali transaksi sebanyak 5 miliar lembar saham senailai Rp 2,3 triliun.

Penguatan IHSG dipicu laju positi 9 sektor saham. Penguatan dipimpin sektor industri dasar yang naik 0,85%. Sebanyak 175 saham menguat, 122 saham melemah dan 121 saham stagnan.

IHSG tak menguat sendirian. Siang ini mayoritas bursa saham global juga mengalami penguatan. Bursa saham Asia juga berada pada tren positif.

Hanya bursa saham Singapura yang jatuh di zona merah. Sementara bursa saham Jepang memimpin penguatan, menyusul laporan pertumbuhan ekonomi yang mencapai 4%.

Berikut kondisi bursa saham Asia siang ini:
Indeks Nikkei 225 menguat 254,95 poin (1,30%) ke 19.792,05.
Indeks Hang Seng naik 46,95 poin (0,17%) ke 27.297.
Indeks Komposit Shanghai naik 16,71 poin (0,52%) ke 3.254
Indeks Strait Times melemah tipis 9,93 poin (0,30%) ke 3.298,76.

Saham-saham yang masuk jajaran top gainers di antaranya adalah Matahari (LPPF) naik Rp 475 ke Rp 11.450, Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 450 ke Rp 20.400, Sinar Mas (SMMA) naik Rp 400 ke Rp 8.600, Baramulti (BSSR) naik Rp 250 ke Rp 2.450.

Saham-saham yang masuk jajaran top losers di antaranya, Inti Bangun Sejahtera (IBST) turun Rp 275 ke Rp 5.025, Supreme Cable (SCCO) turun Rp 250 ke Rp 8.325, Bank Central Asia (BBCA) turun Rp 175 ke Rp 18.575 dan Mitrabara (MBAP) turun Rp 175 ke Rp 18.575.

Post Terkait