300.000 Ha Lahan di Palangka Raya Disiapkan untuk Ibu Kota Baru

Kota Palangka Raya masuk dalam daftar calon ibu kota baru pengganti Jakarta. Ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) sedang dikaji kesiapannya oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas)/Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional.

Menurut Gubernur Kalteng, Sugianto Sabran, rencana pemindahan ibu kota ini sepenuhnya menjadi wewenang pemerintah pusat. Yang jelas, Sugianto, telah menyiapkan lahan seluas 300.000 hektar (ha) untuk lokasi ibu kota baru.

“Terkait daerah mana selain Palangka Raya, saya juga serahkan ke Presiden. Kalaupun ke Palangka Raya, itu adalah amanah dan semoga bermanfaat untuk kemajuan Palangkaraya dan menghasilkan Pemerataan Ekonomi dan Kesejahteraan di Indonesia,” terang Sugianto yang baru berulang tahun ke 44 tahun ini.
“Saya sebagai Gubernur tidak akan ikut polemik wacana tersebut karena itu seutuhnya kewenangan pusat. Saya hanya ingin menjalankan amanat Presiden untuk menyiapkan lahan 300.000 hektar di Palangka Raya dan itu lahan negara, agar tidak ada calo tanah. Selebihnya terkait kajian dan perencanaan saya serahkan ke Pemerintah Pusat,” ujar Sugianto dalam keterangan tertulis kepada detikFinance, Sabtu (8/7/2017).

Selain itu, Soal proses kajian oleh Bappenas, Sugianto menyatakan sudah menyerahkan sepenuhnya rencana tersebut ke pemerintah.

“Sekali lagi, saya hanya diperintah Presiden untuk menyiapkan lahan dan sudah saya siapkan dan serahkan ke Presiden. Saya menyerahkan seutuhnya perencanaan dan keputusan di Presiden. Saya tunduk atas perintah Presiden. Jika diperintah untuk persiapan lain, prinsipnya saya siapkan 100 persen siap. Harus siap,” kata Sugianto.

Post Terkait