3 Penyebab Rupiah Terus Melemah

Rupiah terus melemah dalam kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), Selasa (3/10).

Rupiah berada di posisi Rp 13.582 per dolar AS (USD) atau melemah 83 poin atau 0,61 persen jika dibanding kurs tengah pada hari sebelumnya yang sebesar Rp 13.499 per USD.

Kurs tengah Jisdor kemarin juga merupakan yang terendah sepanjang tahun ini.

Bank Indonesia (BI) menyebutkan, rupiah tidak sendirian dalam menghadapi pelemahan.

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Mirza Adityaswara mengungkapkan, mata uang India rupe juga melemah 0,4 persen terhadap dolar AS.

Selain itu, Yen mengalami pelemahan 0,33 persen dan rupiah terpuruk 0,27 persen.

’’Jadi, bandingkan dulu dengan negara-negara lain, global juga melemah,’’ kata Mirza setelah Rakornas Kadin di Hotel Ritz Carlton, Selasa (3/10).

Mirza menguraikan, ada tiga penyebab pelemahan rupiah.

Yang pertama terkait rencana Presiden AS Donald Trump memberlakukan pemangkasan tarif pajak.

Jika permohonan Trump tersebut disetujui kongres dan senat, hal itu bisa menimbulkan harapan baru ekonomi negara tersebut bisa tumbuh lebih cepat.

’’Dengan begitu, ada kemungkinan suku bunga di AS akan naik lebih cepat dan kemudian di global itu dolar jadi menarik kembali,’’ jelasnya.

Faktor kedua, lanjut Mirza, adalah kemungkinan kenaikan suku bunga acuan AS atau fed fund rate (FFR) pada Desember ini.

Hal itu juga memicu meningkatnya kepercayaan terhadap dolar AS.

Yang terakhir terkait spekulasi pergantian Chairperson The Fed Janet Yellen.

Sangat mungkin calon pengganti Yellen memiliki pandangan moneter yang hawkish atau berpihak pada pengetatan moneter.

’’Spekulasi ini menjadi topik di pasar keuangan,’’ jelas Mirza.

Post Terkait